Rabu, 24 Juni 2015

TPB AFK: The Pirate Bay Away From Keyboard (Review)





TPB AFK (The Pirate Bay Away From Keyboard) adalah sebuah film dokumenter yang menceritakan tentang tiga pelaku utama yang menjalankan situs sharing data terbesar The Pirate Bay. Film ini dibuat oleh Simon Klose dengan tujuan mengungkapkan kasus tuntutan yang dilakukan oleh Hollywood kepada The Pirate Bay yang dianggap melanggar hak cipta atas film - film yang diproduksinya.

Film ini dibuat agar membuka mata dunia tentang bagaimana kejadian kasus piracy berjalan dan menunjukan siapa bersalah. Dalam film ini sangat terlihat bahwa tiga karakter utama yang menjalankan The Pirate Bay adalah sebagai protagonis dari kasus ini dan Hollywood adalah sebagai antagonisnya. Jika harus menentukan sisi mana yang benar dan sisi mana yang salah dalam film ini mayoritas pasti hanya akan melihat sisi kebenaran dari The Pirate Bay.


Dari sisi Hollywood ini jelas sangat merugikan. Hal ini bisa dilihat dari berapa banyak pengguna yang mendownload illegal film - film mereka. Seperti yang dikutip oleh pengacara Hollywood Monique Wadsted bahwa mereka menuntut kompensasi sebesar 13 juta dollar yang hanya berdasarkan dari 5 film saja dalam 6 bulan yaitu The Pink Panther, Syriana, Harry Potter, Prison Break, dan Walk The Line. Terlebih lagi mereka mengambil profit yang sangat besar karena memperdagangkan produk film - film mereka menurut tuntutan dari Hollywood.


Dari sisi The Pirate Bay, mungkin mereka memang merugikan Hollywood sebesar nominal yang disebutkan mereka tetapi, mereka hanya menyediakan layanan share data yang bebas sehingga jika Hollywood menuntut hukuman mereka harus menuntut kepada seluruh pengguna The Pirate Bay yang jelas tidak bisa dilacak karena banyaknya siklus peredaran data yang terjadi. Jika mereka menuntut karena The Pirate Bay mengambil untung yang sangat besar atas film - film yang disebar di situs mereka seperti halnya melakukan perdagangan, mereka jelas salah karena The Pirate Bay menyediakan semua data yang ada secara gratis tanpa pembayaran apapun. Keuntungan yang mereka dapatkan adalah hanya berdasarkan pemasangan iklan yang untungnya jelas tidak ada bandingnya jika dibandingkan dengan keuntungan Hollywood.


Di dalam berlangsungnya persidangan, terlihat bahwa sisi The Pirate Bay bersikap tidak sopan di meja hijau. Hal ini terlihat pada saat mereka ditanya pertanyaan - pertanyaan tertentu. Mereka hanya menjawab hal - hal yang ingin mereka jawab. Terbalik dengan Hollywood yang bersikap lebih sopan dan teratur dalam menjalani persidangan.


Pada sisi Hollywood dalam berlangsungnya sidang, Hollywood lebih cenderung menjebak The Pirate Bay dengan pertanyaan - pertanyaan tertentu. Mereka terus menggali sehingga mendapatkan jawaban yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan.


Sehingga kesimpulan yang dapat ditarik dari kasus ini bahwa tidak sepantasnya The Pirate Bay dituntut hanya karena kerugian yang tidak seberapa besar jika dibandingkan dengan keuntungan besar yang selalu diperoleh Hollywood. The Pirate Bay hanya memberikan sebuah pelayanan data sharing antar pengguna yang untungnya tidak seberapa. Tetapi dengan adanya kerugian yang terjadi pada Hollywood seharusnya The Pirate Bay lebih memfilter data - data yang memiliki hak intelektual yang seharusnya tidak boleh dibagikan secara cuma - cuma.




Senin, 15 Juni 2015

Kesimpulan dan Saran Ekonomi Web Science

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Dari hasil pembahasan mengenai ekonomi web dapat disimpulkan bahwa Faktor yang mendukung perkembangan ekonomi menjadi ekonomi digital adalah internet dan majunya perkembangan teknologi informasi & telekomunikasi. Adapun contoh dari ekonomi digital adalah iklan, penjualan online, dan lelang online (e-auction).



B.     Saran

1. Dalam perekonomian digital perlu kehati – hatian karena maraknya kriminalitas yang terjadi dalam dunia maya


2. Ekonomi digital harus lebih dikembangkan dalam proteksi penggunanya karena keterbukaannya di dalam internet





Sabtu, 10 Januari 2015

Fotografi



Foto ini diambil di Pulau Tidung pada pukul 17.50. Dengan laut yang tenang dan dua orang yang sedang menikmati keindahaan pantai menjelang malam.



 Foto ini diambil di Pulau Tidung tempat berlabuhnya kapal.




Selasa, 25 November 2014

New Media Pendidikan: Duolingo



Duolingo adalah sebuah aplikasi yang memberikan pelajaran bahasa asing kepada penggunanya. Aplikasi ini menggunakan metode belajar yang menyerupai game dengan adanya hearts (nyawa dalam permainan), levels, dan juga power up. Aplikasi ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya kepada orang – orang yang ingin mempelajari bahasa asing karena dengan sistem pembelajarannya yang tidak membosankan.

Pada umumnya jika seseorang ingin mempelajari bahasa asing maka ia harus mengambil kelas atau kursus di tempat tertentu dan di waktu yang sudah di jadwalkan tetapi dengan adanya duolingo maka hanya dengan membuka aplikasi tersebut melalui handphone atau gadget kapan saja dan dimana saja masyarakat sudah bisa mempelajari bahasa asing yang diinginkan. Tidak seperti kursus atau kelas bahasa, Duolingo merupakan aplikasi gratis sehingga penggunanya bebas untuk mengaksesnya tanpa mengeluarkan uang sedikitpun. Selain itu Duolingo juga tidak menaruh iklan pada aplikasinya sehingga penggunanya tidak terganggu pada saat belajar.

Duolingo memiliki lima materi bahasa yang bisa dipelajari dengan bahasa inggris sebagai pengantar yaitu Spanyol, Prancis, Itali, Jerman, dan Brazil. Duolingo juga memiliki bahasa pengantar yang lain yaitu Spanyo, Jerman, Itali, Thailand, Korea, Jepang, Rusia, dan bahkan Indonesia tetapi pengantar bahasa tersebut tidak memiliki kelima materi bahasa.


Sistem Pembelajaran Duolingo


Kelemahan Duolingo adalah kurangnya materi bahasa yang ada karena hanya terdapat lima materi bahasa yaitu Spanyol, Prancis, Itali, Jerman, dan Portugis. Bahasa pengantar pada Duolingo juga masih kurang memiliki materi seperti contohnya pada pengantar Bahasa Indonesia Duolingo hanya menyediakan materi Bahasa Inggris saja .Selain itu juga aplikasi ini memerlukan koneksi internet untuk mengaksesnya sehingga cukup sulit untuk beberapa orang yang tidak memiliki koneksi internet seperti sedang berada diluar jangkauan sinyal ataupun tidak memiliki akses internet. Mungkin jika aplikasi ini bisa lebih baik jika kekurangan tersebut dihilangkan sehingga pengguna bisa lebih puas menggunakannya.




Selasa, 04 November 2014

Hitam Putih Media


Pada media pemberitaan di indonesia terdapat keberpihakan yang menjadi kesalah gunaan dalam penyampaian informasi di media pemberitaan. Bisa terdapat informasi - informasi yang menguntungkan pihak tertentu. Seperti pada kejadian pemilihan presiden, terdapat kampanye - kampanye yang terdapat pada banyak lembaga media pemberitaan. Tetapi pada saat mendekati pelantikan beberapa media mulai tidak melakukan pemberitaan yang menguntungkan pihak tertentu lagi. Berikut adalah contoh salah satu media yang terlihat memihak yaitu vivanews.



JAKARTA, KOMPAS.com -- Presiden Direktur Viva.co.id Anindra Ardiansyah Bakrie atau biasa disapa Ardi Bakrie disebut murka gara-gara munculnya iklan bakal calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo di laman Viva.co.id menjelang pemilu legislatif.
Amarah Ardi, putra bakal calon presiden Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical, itu disampaikan melalui surat elektronik ke sejumlah petinggi redaksi Viva.co.id. Hal itu diungkap kompasianer dengan nama Susi Avivah yang mengunggah tulisan pada Senin (7/4/2014).
Dalam e-mail tersebut, Ardi meminta iklan Jokowi segera diganti. Bahkan, jika ada yang tidak suka dengan kebijakannya itu, ia mempersilakan untuk mundur. Ia menunggu surat pengunduran diri itu sebelum "ayam berkokok".
Dua sumber Kompas.com di redaksi Viva.co.id membenarkan kemarahan Ardi tersebut. "E-mail itu benar," kata salah satu sumber di redaksi Viva.co.id.
Masih menurut sumber itu, redaksi kerap diintervensi mengenai pemberitaan Jokowi.
Berikut isi surat elektronik tersebut:
"Para Direksi, khususnya Pemred,
Saya yakin banget di tmpat kita telah disusupi orang yang hatinya tidak satu arah dengan perusahaan yang pernah saya sampaikan.
Kalau keyakinan saya salah mengenai penyusupan, tandanya pada bodoh saja semua yang kerja disitu kalau tidak melihat kesalahan ini.
Baru saja saya lihat, mungkin selama satu jam, di tempat paling sakral kita, yaitu di bagian foto yang selalu berganti-ganti, ada gambar Jokowi coblos no. 4.
Persis sekali seperti iklannya yang ditaruh di sebelah kanan yang memang bagian advertising. Ide siapa sih ?? Bodoh sekali!!! Pura-pura ngga ngerti, sengaja, apa emang dibayar sm partai lain untuk melakukan itu di tempat yang paling sakral itu??
Kalau mengenai iklan PDIP yang ada di sebelah kanan itu, saya bisa sedikit mengerti karena maksudnya berjualan di tmpat jualan, bukan di bagian redaksional.  Walaupun saya  juga  tidak suka dan tolong utk diganti sekarang.  Materi akan saya attachkan pada email ini dan berikutnya untuk dipasangkan berganti gantian disitu.  Thx.
Apabila ada yang tidak suka akan kebijakan saya ini, silahkan ajukan surat resignation sebelum ayam berkokok besok pagi. Lebih cepat lebih bagus. Saya benci orang2 munafik atau pun orang bodoh yang tidak loyal.
PS:
Saya emailkan dgn gmail krna bisa di attach file lebih besar, bukan karena saya takut.
Kalau hubungannya mengenai orang tua yang di dzolimi, ngga ada takutnya saya. semua halal!!!
Rgds,
AAB
2 Attachments"

Dewan direksi Viva.co.id Uni Zulfiani Lubis tidak mau berkomentar mengenai hal itu. "Saya belum baca tulisan di Kompasiana, cuma sudah ramai di teman-teman Viva. Sekarang saya sudah tidak di Viva, sekarang saya full di ANTV," ucap Uni ketika dihubungi. Dalam laman Viva.co.id, Uni masih tercatat sebagai Editor in Chief.

BERITA - BERITA DARI VIVANEWS SEBELUM PELANTIKAN


Demokrat: Jokowi Naik Esemka Saja "Kalau pengen pencitraan yang nyata dong." http://politik.news.viva.co.id/news/read/536995-demokrat--jokowi-naik-esemka-saja 

  

Tantowi: Jokowi Gagal Buktikan Koalisi Tanpa Syarat "Akhirnya, kabinet itu isinya ya harus kompromistis."   

http://politik.news.viva.co.id/news/read/538825-tantowi--jokowi-gagal-buktikan-koalisi-tanpa-syarat 


Kabinet Jokowi Lebih Gemuk dari Kabinet AS dan Tiongkok Jokowi berdalih kabinetnya proporsional dengan berkaca pada Malaysia. 

http://politik.news.viva.co.id/news/read/538792-kabinet-jokowi-lebih-gemuk-dari-kabinet-as-dan-tiongkok 

 

 BERITA - BERITA VIVANEWS SETELAH PELANTIKAN

 

JK: Jokowi Akan Bahas Isu Laut Cina Selatan di APEC. Ini terkait dengan kepentingan Indonesia di poros maritim 

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/556115-jk--jokowi-akan-bahas-isu-laut-cina-selatan-di-apec 

 

Di Hadapan 250 CEO, Jokowi Yakin Dapat Kuasai Parlemen "SBY juga pernah dia butuh 6 bulan untuk kuasai parlemen," kata Jokowi

http://politik.news.viva.co.id/news/read/555817-di-hadapan-250-ceo--jokowi-yakin-dapat-kuasai-parlemen 

 

Jokowi: Kita Kekurangan Ribuan Kapal Jokowi akan mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai Negara Maritim.

 http://nasional.news.viva.co.id/news/read/555968-jokowi--kita-kekurangan-ribuan-kapal

 

Dengan melihat berita - berita yang ada diatas bisa dilihat bahwa vivanews tidak konsisten dengan pemberitaannya karena sangat berbeda karakter berita yang disajikan ketika jokowi belum dilantik menjadi presiden dan sesudah dilantik menjadji presiden. Terlihat juga pada berita yang di posting oleh kompas bahwa Presiden Direktur Vivanews, Ardiansyah Bakrie yang juga merupakan anak dari Abu Rizal Bakrie jelas tidak ingin kalau perusahaan miliknya memposting iklan tentang jokowi sehingga terlihat jelas kalau pemberitaan tentang jokowi di Vivanews sudah diatur oleh beliau agar menguntungkan pihaknya sendiri.


Source: 

http://nasional.kompas.com/read/2014/04/08/1106215/Ardi.Bakrie.Murka.Iklan.Jokowi.Muncul.di.Viva.co.id

 

 


Selasa, 07 Oktober 2014

New Media: Aplikasi Perkantoran



New Media terdiri dari 2 kata yaitu New dan Media. New yang berarti Baru dan Media yang berarti Perantara. Jadi New Media merupakan Sarana perantara yang baru. Baru dalam arti disini dilihat dari segi waktu, manfaat, produksi, dan distribusinya. New Media juga dapat disebut sebuah istilah yang dimaksudkan untuk mencakup kemunculan digital, komputer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke-20. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital, seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, mampat, interaktif dan tidak memihak.


Sebagai contoh dari new media adalah aplikasi pembuka dokumen atau bisa disebut aplikasi office. Paket aplikasi perkantoran (office suite) adalah sebuah paket perangkat lunak yang diperuntukkan khusus untuk pekerjaan di kantor. Komponen-komponennya umumnya didistribusikan bersamaan, memiliki antarmuka pengguna yang konsisten dan dapat berinteraksi satu sama lain. Kebanyakan aplikasi paket perkantoran terdiri dari sedikitnya sebuah pengolah kata dan sebuah lembar kerja. Sebagai tambahan, paket dapat terdiri dari sebuah program presentasi, peralatan basis data, paket grafis dan peralatan komunikasi. Sebuah paket perkantoran juga dapat memiliki sebuah klien surat elektronik dan manejer informasi pribadi atau paket groupware. Sebagai Contoh dari aplikasi office adalah Microsoft Office, Open Office, Star Office, Kingsoft Office, WPS, Google Docs dan banyak lagi aplikasi office lainnya.

Jika pada zaman dulu kita masih hanya menggunakan mesin tik sebagai media untuk mengerjakan pekerjaan kantoran untuk pengetikan ataupun tabel tabel buku besar yang masih dikerjakan secara manual (tulis tangan), sekarang menjadi jauh lebih mudah dan cepat akibat adanya new media berupa aplikasi office. Kita tidak perlu repot untuk mencoret tulisan yang salah akibat menggunakan mesin tik, tidak perlu repot – repot mengatur format posisi kertas, tidak hanya berpacu kepada 1 model (font) tulisan saja, tidak perlu repot menggaris tabel secara manual, melakukan perhitungan yang banyak dengan kalkulator, atau membuat analisa akuntansi yang rumit. Cukup dengan menggunakan aplikasi office kita dapat dengan mudah mengerjakan pekerjaan kantor yang menumpuk.